WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Bupati Yosef Lede Buka Diklat Calon Kepala Sekolah: Cetak 60 Pemimpin Pendidikan Tangguh untuk Masa Depan Kabupaten Kupang

Metronttdewa.com 18-10-2026 || 16:04:07

Bupati Kupang, Yosef Lede sedang memberikan sambutan pada kegoatan Diklat para Kepsek

Metronewsntt.com, Kupang  — Pemerintah Kabupaten Kupang mengambil langkah berani dan mandiri demi mendongkrak mutu pendidikan di daerah. Sabtu (17/10/2026) sore di Hotel Pelangi Kupang, Bupati Kupang Yosef Lede secara resmi membuka Pendidikan dan Perakletihan Bakal Calon Kepala Sekolah (Diklat BCKS) Tahun 2026. Sebanyak 60 guru pilihan—terdiri dari 29 guru SD dan 31 guru SMP—siap digembleng untuk menjadi nakhoda baru di satuan pendidikan masing-masing.

​Langkah ini bukan tanpa alasan. Dari total 538 sekolah di Kabupaten Kupang, kebutuhan akan kepala sekolah definitif sangat mendesak. Selama ini, pemenuhan calon kepala sekolah kerap bergantung pada kuota pelatihan dari pemerintah provinsi yang jumlahnya terbatas.

 Tak ingin terus menunggu, Bupati Yosef Lede memutuskan untuk bergerak cepat menggunakan dana APBD 2026 demi menyelenggarakan diklat secara mandiri.
​"Kita tidak bisa hanya menunggu kuota dari provinsi, sementara kebutuhan di Kabupaten Kupang cukup besar. Karena itu, dengan kemampuan APBD, kita mulai melaksanakan pendidikan dan pelatihan ini secara mandiri," tegas Yosef Lede di hadapan para peserta.

​Bupati menegaskan bahwa penyiapan calon kepala sekolah harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar menambal kekosongan jabatan atau menunggu pejabat pensiun.

 Dengan stok kader pemimpin yang matang dan tersertifikasi, pemerintah daerah dapat meminimalisir penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) yang terlalu lama, sehingga roda pengelolaan sekolah bisa berjalan jauh lebih optimal. Tak hanya urusan manajerial, Bupati berpesan agar para calon kepala sekolah ini kelak mengedepankan integritas, tanggung jawab, dan kerendahan hati.

​"Kalau sudah menjadi pemimpin, jangan sombong. Milikilah kerendahan hati. Kepala sekolah harus mampu merangkul banyak pihak, mulai dari guru, peserta didik, hingga orang tua murid," pesannya hangat.

​Sementara itu, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTT, Dr. Teguh Rahayu Slamet,  memberikan apresiasi tinggi atas komitmen luar biasa Pemkab Kupang ini. Menurutnya, diklat ini dirancang bukan sekadar memenuhi syarat administratif, melainkan benar-benar mencetak pemimpin yang adaptif dan visioner.

​Berlangsung selama 10 hari, Diklat BCKS 2026 menerapkan metode hibrida: perpaduan pembelajaran daring, tatap muka, serta praktik langsung didampingi kepala sekolah mentor.

 Dengan bobot 110 jam pelajaran, para peserta dibekali kompetensi kepribadian dan sosial, manajerial dan kewirausahaan, supervisi akademik, serta penyusunan Proyek Transformasi Kepemimpinan Sekolah. Pelaksanaan diklat ini juga selaras dengan arah kebijakan nasional, yakni Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

​Pembukaan acara strategis ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting, di antaranya perwakilan Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas, dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Dr. Hairun Nissa,  Asisten 1 Sekda Kabupaten Kupang, Guntur Taopa; Plt. Asisten Administrasi Umum, Juhardi Selan; jajaran BGTK dan BPMP Provinsi NTT; Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga, Marthen Rahakbauw; serta para kepala sekolah mentor, narasumber, fasilitator, dan seluruh peserta.

​Melalui gebrakan ini, Kabupaten Kupang optimistis mampu melahirkan generasi pemimpin sekolah yang profesional, tangguh, dan siap membawa transformasi nyata demi mewujudkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.(mnt)


Baca juga :

Related Post